Kajian Kualitas Air Sungai Meduri Pekalongan Akibat Pembuangan Limbah Cair Batik Berdasarkan Indikator Biologi

Mahardhika Nur Permatasari, Heri Ariadi, Benny Diah Madusari, Hayati Soeprapto

= https://doi.org/10.31093/joas.v6i2.198
Abstract views = 68 times | views = 16 times

Abstract


Sungai Meduri yang mengalir di desa ngaliyan, pandanarum, tirto, tegal dowo dan jeruk sari merupakan salah satu di kabupaten pekalongan yang diindikasikan tercemar oleh limbah batik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas sungai Meduri ditinjau dari aspek fisika (suhu, kecerahan, TSS dan kedalaman), aspek kimia (DO, pH, BOD, Cr6+, Minyak dan Fenol) dan aspek biologi (plankton).  Penelitian ini dilakukan pada bulan mei-juni 2015. pengambilan sampel dilakukan sebanyak  3 kali dengan interval waktu 2 minggu sekali. Komunitas Plankton di Sungai Meduri terdiri dari kelas Barcillariophyceaea, Chlorophycea, Chyanophyceae, Rotatoria dan Entomostraca. Kelimpahan berkisar antara 1104-5393, Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,011-1,885, Nilai indeks Keanekaragaman terendah pada staisu. bila nilai indeks keanekaragamn berkisar antara 1-1,5 menandakan perairan dalam kondisi tercemar sedang sampai berat Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,564-0,978 dan indeks Dominasi berkisar antara 0,022-1,000.pada sungai Meduri tidak ada biota yang mendominasi.  Kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan Sungai Meduri memiliki nilai yang melebihi baku mutu air kelas III. Berdasarkan PP RI No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air, Baku mutu air kelas III untuk parameter BOD adalah 3 mg/l. Nilai Cr6+  dan Minyak masih berada dibawah baku mutu air kelas III yaitu 0,05 mg/l dan 1000 mg/l. Sedangkan nilai fenol paling tinggi terdapat pada stasiun 3 dan 4 yaitu 0,11mg/l  dan 0,07 mg/l, baku mutu nilai fenol adalah 1 mg/l.


References


Anggoro S. 1983. Tropic-Saprobic Analysis : Metode Evaluasi Kelayakan Lokasi Budidaya Biota Akuatik [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Anggoro S. 1988. Analisis Tropik Saprobik untuk Menilai Kelayakan Lokasi Budidaya Laut. Perguruan Tinggi se Jawa Tengah [disertasi]. Semarang (ID): LPWP Universitas Diponegaro.

Ariadi H, Fadjar M, Mahmudi M, Suprianta. 2019. The relationships between water quality parameters and the growth rate of white shrimp (Litopenaeus vannamei) in intensive ponds. AACL Bioflux 12(6): 2103-2116.

Ariadi H, Mahmudi M, Fadjar M. 2019. Correlation between Density of Vibrio Bacteria with Oscillatoria sp. Abundance on Intensive Litopenaeus vannamei Shrimp Ponds. Research Journal of Life Science 6(2): 114-129.

Ariadi H, Wafi A, Supriatna. 2020. Hubungan Kualitas Air Dengan Nilai FCR Pada Budidaya Intensif Udang Vanname (Litopenaeus vannamei). Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan 11(1): 44-50.

Ariadi H, Wafi A, Musa M, Supriatna. 2021. Keterkaitan Hubungan Parameter Kualitas Air Pada Budidaya Intensif Udang Putih (Litopenaeus vannamei). Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan 12(1): 18-27.

Ariadi H, Wafi A, Madusari B.D. 2021. Dinamika Oksigen Terlarut (Studi Kasus Pada Budidaya Udang). Penerbit ADAB, Indramayu.

Astirin O.P, Ahmad D.S, dan Marti H. 2002. Keragaman Plankton sebagai Indikator Kualitas Sungai di Surakarta. Biodiversitas 3(2): 236-241.

Basmi J. 2000. Planktonologi : Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hutabarat S dan Evans S.M. 2006. Pengantar Oseanografi. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Inayati W, dan Farid A. 2020. Analisis Beban Masuk Nutrien Terhadap Kelimpahan Klorofil-A Saat Pagi Hari Di Sungai Bancaran Kabupaten Bangkalan. Juvenil 1(3): 406-416.

Jakfar A. 2003. Study Kelayakan Bisnis. Gramedia, Jakarta.

Nurbaiti T.M, dan Sudarno T.I. 2013. Kajian Penilaian Kualitas Air Sungai dalam Upaya Pengendaliam Pencemaran Air Sungai (Studi Kasus : Kali Banger-Semarang Timur). Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

Rangkuti F. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia, Jakarta.

Sachlan M. 1982. Planktonologi. Semarang (ID): Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro.

Sirait M, Rahmatia F, Pattulloh. 2018. Komparasi Indeks Keanekaragaman dan Indeks Dominansi Fitoplankton Di Sungai Ciliwung Jakarta. Jurnal Kelautan 11(1): 75-79.

Wafi A, Ariadi H, Muqsith A, Mahmudi M, Fadjar M. 2021. Oxygen Consumption of Litopenaeus vannamei in Intensive Ponds Based on the Dynamic Modeling System. Journal of Aquaculture and Fish Health 10(1): 17-24.

Wardhana W. A. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Zahidin. 2008. Kajian Kualitas Air di Muara Sungai Pekalongan ditinjau dari Indeks keanekaragaman makrobenthos dan Indeks Saprobitas Perairan [tesis]. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.




DOI: https://doi.org/10.31093/joas.v6i2.198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Heri - Ariadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

 

View My Stats